"Sapi-sapi itu ya biasanya sehari semalam, dan dikasih minum jamu-jamuan dan telur biar daya tahannya bagus, besoknya langsung dikirim ke Jakarta, Jawa Barat dan sekitarnya,” katanya.
Sebelum PMK, dia bisa memperoleh omset Rp600.000 per harinya untuk setiap kali menerima sapi yang transit.
Sementara itu, Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dislutkannak Batang Syam Manohara mengatakan, untuk mengantisipasi penyebaran PMK ke hewan ternak lain.
Dislutkannak bersama tim Satgas Pangan Polres Batang secara berkelanjutan melakukan pemantauan ke sejumlah tempat penginapan hewan, untuk memastikan tidak ada pengiriman sapi dari daerah rawan PMK, seperti Jawa Timur.
“Kalau ada yang terkonfirmasi terpapar hewan langsung dipulangkan ke daerah asal,” katanya.