Cegah TPPO, Imigrasi Bima Perketat Penerbitan Paspor bagi Calon TKI

Abu Sahma Pane
Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Bima Joko Widodo saat memberikan keterangan. (Foto: MPI/Abu Sane P)

BIMA, iNews.id – Kantor Imigrasi Kelas II TPI Bima memperketat proses wawancara terhadap warga yang mengajukan permohonan paspor sebagai calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Langkah ini diambil sebagai bentuk pencegahan terhadap maraknya kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang menyasar pekerja migran asal Indonesia.

Wawancara dilakukan secara mendalam terhadap semua pemohon paspor, terutama mereka yang terindikasi akan bekerja ke luar negeri. Pemeriksaan ketat juga dilakukan terhadap dokumen pendukung seperti akta lahir, ijazah dan surat rekomendasi dari dinas tenaga kerja.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Bima Joko Widodo menjelaskan, wawancara intensif dilakukan untuk menggali tujuan pemohon dan memastikan mereka benar-benar siap dan legal untuk menjadi pekerja migran.

"Kalau dokumen sudah cocok dan sesuai, kita lanjutkan untuk kita wawancara lagi. Kita tanya-tanya lagi. Bagaimana mau ke mana, itu kan pertanyaan yang sering kita ajukan sambil kita pancing-pancing sedikit supaya jujur," ujar Joko Widodo di Bima, Kamis (10/7/2025).

Tujuan utamanya kata dia, untuk memastikan calon TKI tidak menjadi korban perdagangan orang, penipuan atau praktik pengiriman ilegal ke luar negeri.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Warga Asahan Korban TPPO Tewas di Kamboja, Keluarga Kesulitan Pulangkan Jenazah

57 tahun lalu

Polda Jateng Bongkar Sindikat TPPO ke Eropa, Kerugian Korban Capai Rp5,2 Miliar

57 tahun lalu

Tim TPPO Polda NTT Tangkap WNA China, Diduga Otak Penyelundupan Manusia ke Australia

57 tahun lalu

Iming-iming Gaji Rp5 Juta, 9 Warga NTT Hampir Jadi Korban TPPO ke Malaysia

57 tahun lalu

Tragis! Warga Bekasi Tewas di Kamboja Diduga Korban TPPO, Pendarahan di Pencernaan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal