Menurut dia, Garuda Cabang Kota Ternate hanya sebagai pelaksana, sehingga tidak terkait pembayaran dan sebagainya.
Dia mengakui informasi terkait dengan tunggakan pajak itu sudah beberapa bulan lalu telah terdengar. Selain itu sudah ada juga korespodensi dari pemkot tapi langsung diteruskan ke kantor pusat.
"Sehingga kami jadi tidak tahu isinya apa," katanya.
Dia menambahkan, hingga kini pihaknya tidak tahu apakah ini kesalahan dari Garuda atau vendor lokal.
"Bisa jadi Garuda sudah memberikan ke vendor tapi belum diteruskan ke pemkot atau memang Garuda yang belum berikan," katanya.
Sementara itu pihak Sriwijaya belum dapat dikonfirmasi terkait tunggakan pajak Rp2,2 miliar.