"Salah satunya seorang Anggota Navigasi Pelabuhan Namlea, Arham," ujar dia.
Saat Arham membujuk dan menasihati korban. Dia malah memegang tangan petugas tersebut, lalu menariknya sehingga Arham ikut terjun dari kapal bersama korban.
"Karena tubuh korban lebih besar, dan pegangan tangan Arham di besi kurang kuat, akhirnya keduanya jatuh bersama sama ke laut," katanya.
Penumpang yang melihat kejadian tersebut berteriak histeris. Mereka memberitahu ABK KM Tidar terkait kejadian tersebut. Lalu laporan disampaikan ke kapten kapal.
Kapal kemudian balik arah ke lokasi tempat jatuhnya kedua korban. Setelah dilakukan pencarian, korban bunuh diri ditemukan tewas mengapung. Sedangkan, petugas atas nama Arham masih belum terlihat tanda-tanda keberadaannya.
"Kapal sempat melanjutkan pencarian Arham selama dua jam. Namun karena tidak kunjung ditemukan, kapal melanjutkan perjalanan ke Pelabuhan Ambon," katanya.
Pihak KM Tidar sudah melaporkan kejadian tersebut ke pelabuhan dan SAR Ambon. Korban bunuh diri merupakan penumpang asal Kabupaten Baubau yang diduga mengalami depresi berat.