“Para penambang lain yang melihat kejadian tersebut berupaya menyelamatkan korban bersama empat orang rekannya dengan cara menggali menggunakan alat seadanya. Namun korban ditemukan dalam keadaan telah meninggal dunia, sedangkan rekan lainnya selamat,” ujar Djamaludin.
Keempat korban yang ditemukan selamat dalam musibah tersebut yakni Sony Doru (29) penambang asal Halmahera Utara, Bilal Bugis (32) dan Usman Buton (18) penambang asal Namlea dan Anthon Rompas (36) asal Leihitu, Maluku Tengah.
Selanjutnya personel pos pengamanan kawasan Gunung Botak tiba di lokasi kejadian usai mendapat informasi adanya kejadian tersebut. Jenazah korban lalu dievakuasi rekan-rekannya melalui jalur Sungai Anahoni Desa Kayeli dan diangkut menggunakan satu unit mobil untuk dibawa ke rumah keluarganya di Desa Waenetat, Kecamatan Waeapo.
“Berdasarkan kesepakatan keluarga, rencananya korban akan dibawa ke Desa Namlea, Kecamatan Namlea untuk dimakamkan,” ucapnya.
Djamaludin mengaku sampai saat ini masih ada aktivitas penambangan ilegal di areal tambang emas Gunung botak. Pengamanan belum maksimal karena salah satunya mengalami keterbatasan jumlah personel.