“Karena kondisi angin stabil dan ketinggian gelombang di 0,5 meter di Teluk Ambon,” katanya.
Korban diketahui hilang saat menyelam di perairan Desa Amahusu pada Jumat (7/8/2020) pukul 09.00 WIT. Pihaknya mendapatkan laporan resmi atas kejadian itu pada hari yang sama pukul 13.20 WIT.
Sementara Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy menyampaikan terima kasih atas dukungan dari tim SAR gabungan yang telah bekerja secara profesional untuk mencari WNA yang hilang di perairan Amahusu. Pencarian telah dilakukan selama tujuh hari tetapi belum menemukan hasil.
“Walaupun secara prosedur telah ditutup tetapi tidak menutup kemungkinan usaha pencarian dan pemantauan oleh komunitas, atau mandiri,” katanya.
Menurutnya, peristiwa ini menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah kota untuk memberikan proteksi bagi kegiatan pariwisata air. Baginya, pada waktunya nanti, wisata air akan menjadi kekuatan utama Kota Ambon.