Contohnya, masyarakat nelayan Wakatobi khususnya masyarakat Tomia mengenal adanya Dewa laut Wa Ode Maryam yang dipercaya dapat menjaga mereka dalam mengarungi lautan Banda yang terkenal ganas.
Selain itu, masyarakat Buton juga mengenal Dewa yang melindungi keberadaan hutan yang dikenal dengan nama Wa Kinam****. Namanya tidak boleh disebutkan atau hanya diucapkan dengan cara berbisik.
Masuknya Islam ke Buton pada abad ke-15 yang dibawa seorang ulama berkebangsaan Arab yang berasal dari Semenanjung Melayu (Johor) bernama Syeikh Abdul Wahid juga telah meletakkan dasar-dasar Ilmu Fiqih kepada Kesultanan dan masyarakat Buton.
Ilmu Fiqih merupakan ilmu Islam yang mempelajari hukum dan peraturan tentang hak dan kewajiban umat terhadap Allah SWT dan sesama manusia sehingga masyarakat Buton dapat hidup sesuai kaidah Islam.
Kemudian, pada abad ke-16 M, lahir dasar-dasar Ilmu Qalam dan Tasawuf di Buton, yang dibawa oleh Sufi yang berasal dari Aceh.