Empat tokoh pertama yang datang ke Pulau Buton dari Semenanjung Johor kemudian menjadi nenek moyang Suku Buton, yaitu Sipanjonga, Sitamanajo, Sijawangkati dan Simalui.
Cerita yang beredar di masyarakat setempat menyebutkan, permukiman pertama keempat tokoh pendiri kerajaan Buton berada di daerah Kalampa di Desa Katobengke, Bau-bau. Daerah inilah yang kemudian menjadi cikal-bakal wilayah kesultanan Buton.
Di Desa Katobengke, mereka membabat ilalang untuk mendirikan tempat tinggal. Pekerjaan membabat ilalang ini disebut "Welia" yang kemudian berubah menjadi Wolio sehingga penduduk daerah itu disebut orang Wolio. Kemudian dalam perkembangannya menjadi Kerajaan Buton-Wolio.
Selanjutnya, mereka bergabung dengan Kerajaan Tobe-tobe yang ada di daerah timur. Makin lama Buton terus berkembang dengan berdirinya permukiman-permukiman baru di sekitar Kalampa dan Wolio. Pemukiman-pemukiman itu berkembang menjadi kampung yang dikenal dengan Kampung Gundu-gundu dan Barangkatopa.
Seiring waktu, wilayah kekuasaan Kerajaan Buton semakin meluas. Mereka mendirikan permukiman-permukiman baru yang dikenal dengan nama Kampung Gundu-Gundu dan Barangkatopa. Pemimpin kampung tersebut kemudian diangkat menjadi menteri (bonto).