"Kalau kita sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan, maka ada saatnya yang kita layani ini tidak puas dengan apa yang kita laksanakan," ujar Kapolda.
Sesuai perintah, dalam pengamanan, anggota tidak dilengkapi dengan senjata api. Propam juga mengecek selurauh personel agar tidak membawa senpi dalam pengaman.
“Karena adik-adik mahasiswa hanya menyampaikan aspirasi,” katanya.
Kapolda kembali menjelaskan, pihaknya akan juga akan menghubungi DPRD Maluku untuk menerima para mahasiswa yang datang untuk menyampaikan aspirasi. Yang menjadi penanggungjawab dalam kegiatan ini yakni Kapolresta Pulau Ambon dan PP Lease.
“Maka apa pun tindakan kepolisian harus dalam perintah Kapolresta,” katanya.
Polwan yang hadir pada kesempatan ini diharapkan melayani dengan baik dan bukannya cengengesan. Menurutnya, harkat kepolisian ada pada diri setiap anggota dan satu budaya yang baik di Maluku ini yakni penghormatan kepada ibu atau perempuan.
“Hal ini harus dijalankan dengan baik,” katanya.
Dia berpesan, dalam pengamanan unjuk rasa nanti, petugas juga mengimbau para peserta aksi demo agat tetap menerapkan protokol kesehatan. Imbauan juga harus disampaikan dengan santun dan memberikan masker.