Mengenang Salahuddin bin Talabuddin, Pejuang Kemerdekaan hingga Pahlawan Nasional

Antara
Bupati Halmahera Tengah Edi Langkara bersama ahli waris Salahuddin bin Talabuddin melakukan tabur bunga di makam Salahuddin bin Talabuddin usai ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional saat peringatan Hari Pahlawan 10 November. (Foto : Abdul Fatah)

Namun, keluarga keturunan H Salahuddin bin Talabuddin saat itu menolak kakek mereka dijadikan pahlawan nasional karena Hi Salahuddin bin Talabuddin sosok yang sederhana dan rendah hati serta tidak pernah menginginkan balasan dalam bentuk apa pun terkait dengan semua yang dilakukannya, terutama dalam melawan kolonial Belanda.

Akan tetapi, ketika Edi Langkara yang satu kampung dengan H Salahuddin bin Talabuddin dipercayakan menjadi Bupati Halmahera Tengah memberikan pemahaman kepada keluarga tokoh pejuang itu, akhirnya seluruh keluarga H Salahuddin bin Talabuddin mendukung untuk diusulkan menjadi pahlawan nasional.

Sesuai catatan sejarah, H Salahuddin bin Talabuddin yang lahir di Gemia, Patani, Halmahera Tengah, tahun 1874 melakukan perlawanan terhadap kolonial Belanda ketika menjadi anggota Serikat Islam Merah, pecahan dari Serikat Islam HOS Tjokroaminoto di Jakarta.

Seperti hasil riset sejarahwan dari Universitas Khairun Ternate, Irfan Ahmad, Salahuddin Bin Talabudin merupakan tokoh pergerakan. Dia harus merasakan penjara selama lima tahun di Sawahlunto, Sumatera Barat pada tahun 1918 hingga 1923 dan Nusakambangan di Jawa Tengah pada 1941 hingga 1942 serta Bovel Digoel di Papua pada 1943.

Dengan pergerakan yang dilakukannya, sehingga ada tindakan tegas Belanda. Kolonial menangkap dan memenjarakan setiap orang pribumi yang menyuarakan perlawanan. Tapi itu tidak menciutkan nyali H Salahuddin bin Talabuddin untuk terus menyuarakan perlawanan kepada bangsa penjajah karena dianggapnya telah mengakibatkan penderitaan panjang masyarakat Indonesia, termasuk di daerah asalnya di Maluku Utara.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
57 tahun lalu

DPRD DIY Usul Gelar Pahlawan Nasional bagi 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon

57 tahun lalu

Kapolri Ziarah ke Makam Marsinah di Nganjuk, Resmikan Groundbreaking Museum Buruh

57 tahun lalu

Profil Sarwo Edhie Wibowo, Kakek AHY yang Ditetapkan Pahlawan Nasional

57 tahun lalu

Sesepuh Pesantren Buntet Cirebon Dukung Penuh Gelar Pahlawan Nasional Soeharto

57 tahun lalu

Gus Dur Resmi Pahlawan Nasional, Keluarga dan Pesantren di Jombang Sujud Syukur

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal