IR merupakan orang tanpa gejala (OTG) Covid-19 yang dikarantina di BPSDM Provinsi Maluku sejak 17 Mei 2019. Sebelumnya, dia bersentuhan langsung dengan pasien positif Covid-19 saat menjalankan tugasnya.
Pasien tersebut menjalani rapid test pada 8 Mei 2020 dam hasilnya reaktif. Dia lalu menjalani tes polymerase chain reaction (PCR) atau swab test pada 12 Mei dan hasilnya positif Covid-19.
IR juga dua kali mendapatkan swab test pada 20 dan 21 Mei 2020. Hasilnya, seperti yang dirilis pada 25 Mei 2020, masih menunjukkan positif virus corona.
Selain IR, hal yang sama juga dikeluhkan oleh LL (23) yang merupakan pasien Covid-19 yang sementara dirawat di BPSDM. Dia sudah mulai merasakan sakit lambung akibat sering terlambat makan, padahal sebelumnya tidak pernah mengalami gejala tersebut.
"Mungkin karena sering makan terlambat dan kurang minum. Kalau terus-terusan begini, saat masuk karantina dengan kondisi tubuh sehat, lama-lama bisa mati dan dibilang karena corona," katanya.
LL dikarantina di BPSDM pada 17 Mei 2020. Sebelumnya dia mendapatkan perawatan antibiotik di RST Tk II Prof dr JA Latumeten selama lebih dari sepekan. Tapi hasil tes PCR-nya pada 20 dan 21 Mei 2020 masih menunjukan tanda positif corona.