“Tahun ini akan dimulai pembangunannya dan kita harapkan dalam dua tahun akan selesai. Untuk itu saya minta nanti pelaku-pelaku fisheries industry bisa segera mendaftar dan ikut masuk ke dalam lokasi ini sehingga kita memiliki keyakinan bahwa ini bisa jalan,” katanya.
Melihat potensi perikanan di Maluku yang sangat besar, namun belum teroptimalkan dengan baik, presiden menilai pembangunan fasilitas yang dibutuhkan para pelaku usaha perikanan setempat untuk dapat memacu produksi perikanan lebih besar lagi memang diperlukan.
Meski demikian, kepala negara menekankan agar rencana dan implementasi dari pembangunan pelabuhan baru lebih dimatangkan.
Tujuannya, nantinya dapat menjadi sebuah percontohan bagi pengembangan pelabuhan modern yang terintegrasi dengan industri perikanannya di daerah-daerah lain.
“Tadi disampaikan oleh Dirut Pelindo mengenai potensi-potensi perikanan. Ada 800.000 ton sebelah sini, kemudian sebelah utara ada 1,2 juta ton, kemudian agak di selatannya ada 2,6 juta ton. Saya kira Ambon New Port ini memang harus,” katanya.
Sebelum mengunjungi Pelabuhan Yos Sudarso serta berdialog dengan para pelaku usaha perikanan, Jokowi terlebih dahulu meninjau vaksinasi massal Covid-19 yang digelar bagi para petugas atau pekerja publik di pelabuhan yang terdiri atas pegawai dari PT Pelni, PT Pelindo, dan KSOP (Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan).
Ada 50 orang tengah menjalani proses vaksinasi. Targetnya ada 230 orang.
Dalam kunjungan tersebut, Presiden Jokowo didamping Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi; Menteri BUMN, Erick Thohir dan Gubernur Maluku, Murad Ismail.