TERNATE, iNews.id - Emak-emak pedagang menggeruduk kantor Wali Kota Ternate, Rabu (1/9/2021). Mereka menggelar aksi demonstrasi menolak direlokasi ke dalam pasar higienis yang telah mereka tempati sejak pekan lalu.
Emak-emak pedagang minta direlokasi ke tempat yang representatif. Sebab, mereka kehilangan pembeli selama berdagang di pasar higienis yang lokasinya tertutup.
"Kami ini sudah enam hari berjualan dalam gedung yang tertutup, hasil jualan kami tidak laku, karena tempat jualan sangat tertutup seperti penjara. Kami minta Wali Kota cari tempat untuk jualan yang lebih layak," ucap salah seorang pedagang, Gamar.
Dia meminta kebijakan relokasi harus diberlakukan secara adil dan merata. Pedagang kaki lima (PKL) juga harus dipindahkan.
Emak-emak ini mengalami kerugian sejak direlokasi. Sebelum relokasi omzet yang didapat bisa mencapai Rp700.000 dalam sehari, ketika direlokasi pemasukan yang didapat hanya Rp15.000 karena sepi pembeli.