DPRD Nilai Dana Jaring Pengaman Sosial Maluku Rp23 Miliar Terlalu Minim

Antara
Rapat kerja tim II bersama Bappeda, Dinas PUPR, Dinas Perhubungan, serta Dinas Pertanian Provinsi Maluku. (Foto: Antara)

Abdullah yang juga Wakil Ketua DPRD Maluku itu juga mengakui ada banyak keluhan dari masyarakat akibat tidak menerima bantuan pemerintah lewat program JPS. Padahal program padat karya tunai seperti ini sangatlah dibutuhkan guna memberdayakan masyarakat agar berusaha secara sendiri.

"Jadi wajar kami menyatakan merasa tidak puas dengan dana seperti itu. Dana ini terlalu minim dan tidak terlalu efektif menumbuhkan gairah ekonomi masyarakat terdampak," kata Abdullah.

Dia juga mengakui kalau permasalahan di Kota Ambon tidak mampu diperhatikan oleh DPRD Maluku. Apalagi untuk seluruh kabupaten dan kota yang lain.

Hanya saja, prinsipnya, DPRD Maluku akan terus berupaya maksimal melakukan pengawasan secara ketat.

Editor : Umaya Khusniah
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Terungkap! Pasien Terpapar Virus Super Flu Meninggal di Bandung Punya Komorbid

57 tahun lalu

10 Warga Jabar Terpapar Virus Super Flu, Terdeteksi sejak Agustus

57 tahun lalu

Korupsi Bilik Sterilisasi Covid-19 di Dairi, 2 Terdakwa Divonis 2 Tahun Penjara

57 tahun lalu

Diskusi dengan Warga Maluku, Legislator Partai Perindo Maureen Vivian: Momentum Perbaikan Ekonomi

57 tahun lalu

Cerita IRT Obesitas di Parepare Berbobot 200 Kg, Sulit Berdiri Hanya Bisa Ngesot

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal