Kapolda menjelaskan medan lokasi terjadinya kontak tembak berjurang sehingga digunakan para DPO untuk meloloskan diri dari kejaran aparat.
"Jadi saat terjadi kontak tembak mereka melarikan diri ke jurang, namun tim kita sampai hari ini terus memburu mereka, kita terus kejar, mudah-mudahan ada yang dapat lagi," katanya.
Kapolda mengatakan, jenazah korban saat ini telah berada di RS Bhayangkara Polda Sulteng untuk proses otopsi dan selanjutnya akan dimakamkan di Palu.
"Jenazah akan dimakamkan di Palu karena pertimbangan keamanan, kedua situasi yang tidak memungkinkan karena Corona ini, namun kita tetap komunikasikan dengan keluarga," katanya.