Gubernur juga memastikan seluruh biaya perawatan dibiayai sepenuhnya oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku. Karena itu, dia meminta para korban dan keluarganya tidak perlu merasa khawatir.
“Seluruh biayanya menjadi tanggung jawab pemprov. Jika ada dokter maupun tenaga medis yang minta pembayaran, segera laporkan dan saya akan mengambil tindakan tegas,” katanya.
Menurut Murad, banyaknya korban luka dalam musibah itu karena masyarakat panik dan takut saat terjadi bencana. Warga berhamburan keluar rumah tanpa memikirkan keselamatan sehingga banyak yang tertimpa reruntuhan rumah dan bangunan.
Mantan Kakor Brimob Polri tersebut juga mengimbau warga untuk tidak panik dan takut. Selalu upayakan untuk melindungi diri dan keluarga agar tidak menjadi korban bencana alam tersebut.
“Bencana ini tidak bisa diprediksi. Guncangan juga masih dirasakan hingga pagi ini. Terpenting, masyarakat tidak panik dan takut agar bisa berpikir jernih untuk menyelamatkan diri saat terjadi bencana,” katanya.