UNFPA memperkirakan jika layanan kesehatan masih mengalami gangguan dan lockdown berlanjut selama enam bulan, sekitar 47 juta perempuan di 114 negara berpotensi tidak bisa mendapat mengakses alat kontrasepsi modern. Akibatnya, sekitar tujuh juta kehamilan tak dikehendaki akan terjadi.
Selain kehamilan, kekerasan berbasis gender dan praktik berbahaya lainnya juga diprediksi melonjak sampai jutaan kasus. Diperkirakan ada 31 juta kasus tambahan kekerasan berbasis gender dalam enam bulan.
UNPFA juga memperkirakan ada tambahan 13 juta kasus pernikahan anak pada dekade ini. Padahal PBB sudah berupaya menekan praktik tersebut.