Saat menghalau massa, aparat keamanan yang bertugas menghalau warga dari arah Wakal melihat Ramis Bakai alias Baret yang merupakan tersangka kasus penganiayaan.
"Baret tampak menembak aparat keamanan menggunakan senjata api organik jenis SS1. Dia juga tampak memegang pistol revolver," katanya.
Ditembak Baret, petugas yang sedang meminta massa dari arah Negeri Wakal untuk mundur langsung melakukan tembakan peringatan ke atas sambil mengejar tersangka hingga kompleks Jambu Manis.
Namun polisi juga diadang ibu-ibu dan terlihat para pemuda membawa senjata tajam serta ada bunyi tembakan dari arah belakang massa.
"Tersangka Baret ini menembak ke arah anggota menggunakan senjata SS1, tapi beruntung anggota tidak ada yang kenal. Tersangka Baret ini merupakan pelaku penganiayaan anggota Polsek di Desa Wakal pada Minggu lalu dan kini sudah berstatus DPO polisi," ucapnya.
Kapolresta mengimbau kepada tersangka untuk segera menyerahkan diri kepada polisi. Sementara untuk pihak keluarga, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dapat membantu menyerahkan tersangka kepada pihak kepolisian dan sama-sama menjaga situasi kamtibmas yang kondusif.
"Kami juga meminta masyarakat agar tidak terprovokasi dari pihak-pihak yang tidak ingin melihat kedamaian di negeri Hitu dan Wakal," ujarnya.