Namun terdengar jawaban dari arah belakang sekelompok warga dengan kata-kata bernada keras. Kemudian terdengar keterangan salah satu jemaat yang menyampaikan sudah beribadah di tempat tersebut hampir dua tahun.
"Malu pak, malu dilihat tetangga. Kami merayakan Natal, tapi bapak mengganggu kami. Ini kami merayakan setahun sekali," ucap suara jemaat perempuan.
"Kami ini dilindungi negara. Tolong pak jangan digoblok-goblokin. Kami sudah hampir dua tahun beribadah," ucapnya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad mengatakan, persoalan terkait persekusi ibadah Natal di Gereja GPI Tulang Bawang, Lampung kini telah kondusif.
"Percekcokan antara warga sekitar dengan pendeta dan jemaat yang ada di Desa Banjar Agung, Kecamatan Banjar Agung, Tulang Bawang telah kondusif," katanya, Selasa (28/12/2021).
Dia menyebutkan, persoalan percekcokan tersebut telah kondusif setelah didengar dan langsung ditangani anggota Bhabinkamtibmas Desa Banjar Agung.