Takut Stigma Buruk, Banyak Pasien Covid-19 Isoman di Bandarlampung Tak Lapor

Antara
Ilustrasi. Tenaga kesehatan memeriksa masyarakat dengan tes cepat antigen guna mengetahui apakah positif Covid-19 atau negatif. (Foto: Antara)

Dia mengatakan, warga positif Covid-19 yang menjalani isoman juga banyak tidak terdata. Hal ini sudah pasti menyulitkan dalam proses penelusuran kasus oleh petugas.

"Kalau mereka tidak terdata atau melaporkan, tentunya tracing tidak jalan. Padahal itu kan kewajiban pemerintah. Setelah ada yang terkonfirmasi, harus ada penelusuran guna mengurangi risiko," katanya.

Pasien Covid-19 yang menjalani isoman namun tidak melaporkan kondisinya juga dapat menjadi berbahaya karena mereka bisa menjadi sumber penularan kepada warga lainnya. Karena itu, pasien isoman diharapkan melapor kepada petugas.

"Saya harap masyarakat juga sadar terkait masalah ini. Mungkin mereka menganggap kalau kondisinya baik-baik saja dan hanya gejala ringan, tapi kan buat lingkungan itu bahaya karena bisa jadi sumber penularan," katanya.

Editor : Maria Christina
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Terungkap! Pasien Terpapar Virus Super Flu Meninggal di Bandung Punya Komorbid

57 tahun lalu

10 Warga Jabar Terpapar Virus Super Flu, Terdeteksi sejak Agustus

57 tahun lalu

Korupsi Bilik Sterilisasi Covid-19 di Dairi, 2 Terdakwa Divonis 2 Tahun Penjara

57 tahun lalu

Oknum Dokter Diduga Lecehkan Pasien, IDI Malang Raya Serahkan Proses Hukum ke Polisi

57 tahun lalu

Respons IDI Jabar soal Dokter PPDS FK Unpad Diduga Perkosa Keluarga Pasien di RSHS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal