“Kami enggak nyangka, ayahnya tega sama anaknya, saudara laki-lakinya juga. Ternyata kejadiannya sudah lama lagi, kami baru tahu sekarang,” kata warga Panggung Rejo, Kentie, yang ikut melihat dari jauh rekonstruksi kasus pencabulan itu.
Warga Panggung Rejo lainnya, Titi mengatakan, warga merasa sangat iba kepada korban AG. Keluarganya justru memanfaatkan kondisinya dengan mencabuli AG.
“Kasihan, anaknya (korban) rajin. Enggak nyangka, pelakunya itu tulang punggung keluarga, terkenal alim juga, yang seorang lagi memang tidak alim,” kata Tuti.
Masyarakat meminta kepada polisi untuk memastikan kasus hukum itu diadili. Menurut mereka, kejahatan yang dilakukan ayah serta dua anaknya itu tergolong sangat bejat dan mereka layak dihukum seberat-beratnya.