"Mereka sebenarnya hanya ingin memberikan efek jera, tapi berujung kelepasan dan membuat korbannya terbunuh," kata Josias.
Sekalipun demikian, tak dipungkiri dalam beberapa kasus dengan faktor ekonomi, seperti warisan atau ingin mengusai sesuatu, para pelaku memang lebih dahulu ingin membunuh.
Karena itu, Josias menyarankan dalam setiap permasalahan di lingkungan keluarga, pendekatan dan pola komunikasi wajib dilakukan. Sebab, apa pun bentuknya, KDRT merupakan kerugian besar.
Sementara Kepala Timsus Satnarkoba Polres Metro Jakarta Barat AKP Anggoro Winardi mengatakan, dalam kasus-kasus yang ditangani polisi, sakit hati hingga berniat melukai pasangannya memicu sejumlah kasus KDRT berujung pembunuhan. Meski demikian, terbunuhnya korban KDRT umumnya disebabkan situsional.
"Artinya tergantung kondisinya. Bukan berniat benar benar membunuh," kata AKP Anggoro Winardi.