PEKANBARU, iNews.id – Satelit Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mendeteksi ada tujuh titik panas atau hotspot, yang menjadi indikasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Riau, Jumat (16/3/2018) pagi. Titik panas terbanyak berada di wilayah Rokan Hilir, sebanyak lima hotspot.
Pendeteksian tersebut merupakan hasil pencitraan Satelit Terra and Aqua yang terakhir terpantau pada pukul 06.00 WIB. Jumlah hotspot mengalami sedikit peningkatan dibandingkan pencitraan satelit sehari sebelumnya, yang saat itu terdeteksi tiga titik panas di Riau.
"Selain di Rokan Hilir, titik panas juga terdeteksi masing-masing satu titik di Kabupaten Pelalawan dan Kepulauan Meranti," kata Kepala BMKG Stasiun Pekanbaru, Sukisno, dalam pernyataan persnya.
Sukisno menjelaskan, dari pendeteksian tersebut menunjukkan ada tiga titik yang memiliki tingkat keakuratan di atas 70 persen. Itu artinya, lokasi tersebut terdapat titik api Karhutla. "Dua titik di Rohil, dan satu titik di Pelalawan," ujarnya.
Ia mengatakan, masih ada peluang hujan dengan intensitas ringan pada pagi hari di sebagian wilayah Kabupaten Rohil, Kota Dumai, Inhil, dan Kepulauan Meranti. Kondisi ini berlanjut hingga siang hari.