Peran pelaku GN yakni memasang foto-foto korban di aplikasi guna ditawarkan kepada pria hidung belang. Mereka memasang tarif Rp800.000 untuk sekali kencan.
"Nanti pelaku yang menentukan lokasi pertemuan antara korban dengan pria hidung belang,” katanya.
Selama bisnis prostitusi tersebut berjalan, korban telah dipaksa melayani 10 pria hidung belang. Uang yang didapat dari praktik itu dipergunakan mereka untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
"Masih satu korban, kami akan terus lakukan pengembangan untuk mengungkap kemungkinan adanya korban lain,” ucapnya.
Sementara untuk memulihkan kondisi psikologis korban, keluarga membawanya ke rumah aman di Kabupaten Kutai Timur.
"Korban dibawa keluarganya untuk pemulihan psikologis karena depresi akibat kasus ini," ujar Kapolsek.