Teks Khutbah Jumat Setelah Idul Adha 29 Mei 2026: Makna dan Hikmah Kurban

Kastolani Marzuki
Ilustrasi teks khutbah Jumat setelah Idul Adha tentang makna dan hikmah kurban. (Foto: Freepik)

Lanjutan Khutbah I

Ayat di atas mengajarkan kepada manusia beriman bahwa berkurban merupakan ujian dari Allah. Apakah bisa bersabar ketika Allah menuntut untuk mengorbankan sebagian harta yang dicintai, sebagaimana Ibrahim dapat bersabar saat Allah menuntut ia mengorbankan harta kecintaannya, yaitu putranya sendiri.

Beruntunglah kita yang hanya diperintahkan untuk berqurban dengan hewan, dan bukan dengan menyembelih darah daging sendiri. Malulah kita terhadap Ibrahim yang rela menyembelih putranya, jika kita mampu namun enggan untuk menyembelih sekadar seekor hewan qurban yang tiada berharga sedikitpun dibanding nyawa Ismail.

Dan lihatlah!… Allah tidak akan pernah menyia-nyiakan kesabaran, ketaatan dan pengorbanan hamba-hambanya. Allah SWT pun berfirman Surah as-Shâffât ayat 107-111:

وَفَدَيْنَاهُ بِذِبْحٍ عَظِيمٍ. وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِي الْآخِرِينَ. سَلَامٌ عَلَى إِبْرَاهِيمَ. كَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ. إِنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُؤْمِنِينَ

Artinya: Dan kami tebus anak itu (Ismail) dengan seekor sembelihan yan besar. Kami abadikan untuk Ibrahim pujian yang baik di kalangan kaum-kaum sesudahnya. Kesejahteraan dilimpahkan atas Ibrahim. Demikianlah Kami membalas orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman.

Betapa mulia, Allah SWT sendiri yang menyematkan predikat-predikat keagungan dan kemuliaan kepada Ibrahim dan Ismail ‘alayhimassalaam: as-Shaabiriin (hamba yang senantiasa bersabar), al-Muhsiniin (hamba yang senantiasa berbuat baik) dan al-Mu"minîn (hamba yang senantiasa kokoh dan teguh dalam keimanannya).

Sidang Jum’at yang dirahmati Allah SWT.

Dalam syariat Islam, tradisi qurban para nabi di atas kemudian dilestarikan melalui firman Allah SWT dalam Surah Al-Kautsar ayat 2:

فصلّ لربّك وانحر

Artinya: Maka shalat (Iedul Adha)-lah kamu kemudian berqurbanlah.

Perintah Allah tersebut kemudian dipertegas oleh sabda Rasulullah Saw:

عن أبى هريرة قال: قال رسول الله صلى الله عليه و سلم: من وجد سعة و لم يضحّ فلا يقربنّ مصلانا (رواه ابن ماجه و أحمد)

Artinnya: Dari Abi Hurayrah ra, Rasulullah Saw bersabda: Barang siapa yang mampu namun tidak berqurban, maka jangan sekali-kali ia mendekati tempat shalat (Iedul Adha) kami (HR. Ibnu Majah dan Ahmad).

Dari hadits di atas, maka Imam Abu Hanifah, Imam Maliki ibnu Anas dan Imam Ahmad ibnu Hanbal berpendapat bahwa berqurban wajib hukumnya bagi yang mampu. Adapun madzhab As-Syafi’i menyatakan bahwa berqurban adalah sunnah mu’akkadah (sunnah yang sangat ditekankan), bahkan termasuk fardhu kifayah.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Teks Khutbah Jumat 29 Mei 2026 setelah Idul Adha Singkat Menyentuh Hati

57 tahun lalu

Teks Khutbah Idul Adha 2026 Singkat Padat dan Mengharukan: Meneladani Nabi Ibrahim

57 tahun lalu

Bacaan Takbir 7x Sholat Idul Adha, Lengkap Teks Arab dan Artinya

57 tahun lalu

Bacaan Niat Mandi Hari Raya Idul Adha, Arab dan Artinya Lengkap Tata Caranya

57 tahun lalu

7 Amalan Sunnah Sebelum Shalat Idul Adha dan Sesudahnya bagi Umat Islam

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal