"Saya gak tahu alasannya dia bakar kursi," katanya.
Sementara itu, anggota keluarga Teguh bernama Sapar mengaku terbangun saat api sudah membesar dan melalap rumah.
"Saya lagi tidur lalu terbangun api sudah besar," ucapnya.
Menurut Sapar, Teguh baru saja pulang dari rumah sakit jiwa sebelum kejadian kebakaran itu terjadi.
"Teguh itu baru datang dari rumah sakit," ujarnya.
Diketahui, Teguh merupakan warga yang mengalami gangguan mental dan baru keluar dari rumah sakit jiwa. Api yang berasal dari sofa terbakar kemudian dengan cepat menyebar ke seluruh bangunan hingga menghanguskan dua rumah.
Petugas pemadam kebakaran membutuhkan waktu sekitar 1 jam untuk memadamkan api. Sebanyak lima mobil tangki dikerahkan dalam proses pemadaman yang juga dibantu relawan.
Proses pemadaman sempat terkendala karena lokasi kebakaran berada di kawasan perbukitan dan akses jalan sempit di dalam gang permukiman warga. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun kerugian akibat kebakaran ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Seusai kebakaran berhasil dipadamkan, polisi langsung mengamankan Teguh untuk menghindari amukan warga yang emosi akibat dua rumah terbakar.