“Melalui kerja sama dengan badan usaha, PKBM dapat beroperasi lebih optimal. Masyarakat pun terbantu melanjutkan pendidikan tanpa harus terbebani biaya,” ujarnya.
Aulia menyebut pola seperti ini layak dijadikan contoh. Baginya, keterlibatan dunia usaha dalam pendidikan bukan hanya tanggung jawab sosial, melainkan investasi jangka panjang bagi daerah.
“Ini contoh nyata bahwa dunia usaha bisa berperan langsung dalam mencerdaskan kehidupan masyarakat. Harapannya semakin banyak perusahaan lain yang meniru langkah serupa,” tuturnya.
Kini, keberhasilan PKBM Putri Karang Melenu tidak hanya menjadi cerita lokal. Ia adalah bukti bahwa pendidikan non-formal bisa menjawab kebutuhan masyarakat, sejalan dengan program nasional pengentasan buta aksara dan peningkatan daya saing tenaga kerja.
Dari swadaya keluarga hingga kolaborasi perusahaan dan pemerintah, PKBM ini telah menorehkan jejak: mencetak ribuan alumni, sekaligus membuka jalan bagi model pendidikan kesetaraan yang bisa direplikasi di seluruh Indonesia.