Meski demikian, Bell’s Palsy berbeda karena tidak memengaruhi fungsi anggota tubuh lain dan tidak bersifat permanen. Dalam keterbatasannya, Awang tetap aktif menjalankan tugas politik hingga akhir hayatnya.
Almarhum smepat dirawat di RSUD Kanujoso Djatiwibowo, Kota Balikpapan hingga dinyatakan meninggal, Minggu (22/12/2024) pukul 21.00 WITA.
Jenazah Awang Faroek Ishak akan dimakamkan di tanah kelahirannya, Tenggarong, Senin (23/12/2024) hari ini. Kabar ini membawa duka mendalam bagi masyarakat Kaltim, yang kehilangan salah satu putra terbaiknya.
Nama Awang Faroek Ishak akan selalu dikenang sebagai tokoh yang mendedikasikan hidupnya untuk pembangunan Kutim dan Kaltim. Program-program strategisnya seperti pengembangan infrastruktur dan peningkatan kualitas pendidikan telah membawa banyak perubahan positif bagi daerah ini.
Selamat jalan, Bapak Pembangunan Kalimantan Timur. Semoga segala amal dan dedikasimu menjadi bekal terbaik di sisi-Nya