Tolak Jual Minyak Goreng Rp14.000 per Liter, Pedagang: Modalnya Saja di Atas Itu

Antara
Ilustrasi Minyak goreng yang dijual di pasar tradisional (Foto: iNews/Suryono Sukarno.

PALANGKA RAYA, iNews.id - Pedagang di pasar tradisional di Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), belum menerapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng. Mereka menolak menjual minyak goreng Rp14.000 per liter karena modal yang mereka keluarkan lebih besar.

"Kita masih menjual minyak goreng di atas Rp14.000 per liter. Kita menghabiskan stok yang waktu kita beli harganya masih tinggi. Jika sesuai HET saya rugi," kata seorang pedagang  Yuliani di Palangka Raya, Kamis (3/2/2022).

Dia pun berharap pemerintah atau pihak terkait lainnya dapat memberlakukan penukaran atau subsidi sehingga harga jual minyak goreng dapat disesuaikan dengan HET.

"Jika ada penggantian selisih harga modal, saya sangat bersedia menjual minyak goreng dengan harga yang telah ditentukan dan disesuaikan pemerintah," kata wanita dua anak ini.

Pedagang lain, Nurmahmudah yang menjual minyak goreng secara eceran mengaku juga belum dapat menjual sesuai batas atas tertinggi.

Editor : Nani Suherni
Artikel Terkait
15 hari lalu

Demo Tolak Revitalisasi Pasar Cimalaka, Ratusan Pedagang Sumedang Blokade Jalan

22 hari lalu

Viral Minyak Goreng Bansos di Grobogan Diduga Berbau Solar, Langsung Dikembalikan Warga

24 hari lalu

Asah Kepekaan Sosial, Peserta PKN LAN Bagikan 100 Liter Minyak Goreng ke Warga Mojokerto

26 hari lalu

Minyak Bantuan Pangan di Klaten Berbau Solar dan Keruh, Warga Serbu Kantor Desa

1 bulan lalu

Didemo soal Penertiban, Bupati Sikka Lari Dikejar Pedagang Pasar Alok Maumere

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal