اللَّهُمَّ أصْلِحْ لِي دِيْنِيَ الَّذِي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِي ، وَأَصْلِحْ لِي دُنْيَايَ الَّتِي فِيهَا مَعَاشِي ، وَأَصْلِحْ لِي آخِرتِي الَّتي فِيهَا مَعَادِي ، وَاجْعَلِ الحَيَاةَ زِيَادَةً لِي فِي كُلِّ خَيْرٍ ، وَاجْعَلِ المَوتَ رَاحَةً لِي مِنْ كُلِّ شَرٍّ
Latin: Allahumma ashlih lii diinii alladzii huwa 'ismatu amri wa ashli lii duniayaa allatii fiihaa ma'aasyii wa aslih lii aakhiratii allatii fiihaa ma'aadii waj'alil hayaata ziyaadatan lii fii kulli khaair waj'alil mauta raahatan lii min kulli syarri.
Artinya: Ya Allah, perbaikilah urusan agamaku yang menjadi pegangan bagi setiap urusanku. Perbaikilah duniaku yang di situlah urusan kehidupanku. Perbaikilah akhiratku yang ke sanalah aku akan kembali. Jadikanlah hidupku ini sebagai tambahan kesempatan untuk memperbanyak amal kebajikan, dan jadikanlah kematianku sebagai tempat peristirahatan dari setiap kejahatan.
Waktu yang tepat atau mustajab untuk memanjatkan doa kepada Allah di antaranya adalah setelah shalat wajib atau fardhu, pertengahan malam saat sholat tahajud, waktu di antara dua khutbah, dan setelah Ashar di hari Jumat.
Selain itu, waktu mustajab berdoa lainnya ketika turun hujan, setelah adzan dan iqomah, khatam Al Qur'an, dan saat berbuka puasa.