Lalu pertimbangan hukum menyelesaikan 66 dari 179 perkara atau 36,8 persen serta pelayanan hukum se-Kalteng melaksanakan 452 kegiatan.
"Pada Bidang Pembinaan, penyerapan anggaran mencapai Rp113,78 miliar dari alokasi anggaran Rp120,23 miliar atau 94,64 persen dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) melebihi target dari target Rp11,99 miliar terealisasi Rp13,46 miliar atau 112,27 persen," katanya.
Bidang Intelijen pada permohonan pengamanan pembangunan strategis berhasil menyelesaikan 3 dari 5 permohonan dengan nilai anggaran Rp44,9 juta, penyuluhan hukum terealisasi 3.790 dari 3.220 orang atau 117,7 persen, penerangan hukum terealisasi 75 dari 38 instansi/lembaga atau 197,3 persen, pengamanan daftar pencarian orang (DPO) terealisasi 5 dari target 2 orang atau 250 persen, dan penelusuran aset terealisasi 6 dari 5 kegiatan atau 120 persen.
Bidang Tindak Pidana Umum (Pidum) perkara melalui keadilan restoratif menyelesaikan 40 dari 47 perkara atau 85,10 persen, perkara pidum pada tahap SPDP menyelesaikan 2.075 dari 2.132 perkara atau 97,32 persen, pratuntutan menyelesaikan 1.899 dari 1.986 perkara atau 95,47 persen, penuntutan menyelesaikan 1.863 dari 2.002 perkara atau 93,05 persen dan eksekusi terpidana menyelesaikan 1.723 dari 1.718 perkara atau 100,29 persen.
"Bidang Pengawasan berhasil menyelesaikan 7 dari 10 laporan pengaduan atau 70 persen," kata mantan Direktur Perdata pada Jaksa Agung Muda Bidang Datun Kejaksaan Agung tersebut.