Populasi Bekantan di Kalsel Turun Drastis hingga 2.500 Ekor, Perda Perlindungan Digagas

Zainal Hakim
Ketua Sahabat Bekantan Indonesia (SBI), Amelia Rezeki, saat proses evakuasi dan perawatan seekor Bekantan yang terluka, di Pusat Rehabilitasi dan Konservasi SBI di Banjarmasin. (Foto: iNews/Istimewa).

Sementara Ketua Yayasan SBI, Amalia Rezeki menyebutkan, populasi bekantan salah satu primata khas Kalsel mengalami penurunan yang sangat signifikan dari tahun ke tahun. Data tahun 2013 sampai 2020 yang dimiliki SBI, dari jumlah 5.000-an ekor berkurang menjadi 2.500 ekor.

“Penurunan populasi bekantan di Kalsel mencapai 50 persen,” kata Amalia.

Menurut Amalia, banyak faktor penyebab berkurangnya populasi bekantan. Bukan hanya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) untuk kepentingan komersial saja, tapi juga karena alih fungsi lahan. Banyak lahan yang dijadikan perkebunan dan permukiman maupun untuk kepentingan lainnya.

“Perburuan liar juga jadi penyebab lajunya penurunan bekantan,” ujar Amalia.

Editor : Abay Fadillah Akbar
Artikel Terkait
57 tahun lalu

31 Rumah di Banjar Rusak Diterjang Angin Kencang, BNPB: Waspadai Cuaca Ekstrem

57 tahun lalu

Viral Sapi Kurban Mengamuk di Banjarmasin, Pria 53 Tahun Tewas Terseret Sejauh 50 Meter

57 tahun lalu

Longsor Terjang Banjar Kalsel, 10 Rumah Rusak dan Puluhan Jiwa Mengungsi

57 tahun lalu

Haul Datu Kelampayan di Banjar Kalsel, Ribuan Jemaah Padati Martapura

57 tahun lalu

Terekam CCTV, Pria Bawa Mobil Bobol ATM Pakai Alat Las di Martapura Banjar

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal