Sementara Ketua Yayasan SBI, Amalia Rezeki menyebutkan, populasi bekantan salah satu primata khas Kalsel mengalami penurunan yang sangat signifikan dari tahun ke tahun. Data tahun 2013 sampai 2020 yang dimiliki SBI, dari jumlah 5.000-an ekor berkurang menjadi 2.500 ekor.
“Penurunan populasi bekantan di Kalsel mencapai 50 persen,” kata Amalia.
Menurut Amalia, banyak faktor penyebab berkurangnya populasi bekantan. Bukan hanya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) untuk kepentingan komersial saja, tapi juga karena alih fungsi lahan. Banyak lahan yang dijadikan perkebunan dan permukiman maupun untuk kepentingan lainnya.
“Perburuan liar juga jadi penyebab lajunya penurunan bekantan,” ujar Amalia.