BANJARMASIN, iNews.id - Penyebaran Covid-19 yang semakin meluas berdampak buruk pada perekonomian Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel). Ekonomi diprediksi semakin melemah dengan menurunnya pendapatan asli daerah (PAD).
“Jadi pelemahan perekonomian ini diprediksikan berlangsung hingga tahun depan, bahkan mungkin hingga 2022,” kata Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Imam Suprastowo, Rabu (29/04/2020)
Imam Suprastowo mengatakan, dampak ekonomi akibat Covid-19 ini hampir di semua sektor. Perusahaan banyak merumahkan karyawan. Perusahaan batubara dan perusahaan crude palm oil (CPO) juga ikut tergerus, termasuk dengan penurunan harga tandan buah segar (TBS) sawit.
Bahkan dengan kondisi ini sejak awal diprediksi terjadinya penurunan PAD Kalsel berkisar 30 persen hingga 50 persen, tergantung waktu berlangsungnya pandemi Covid-19.
Kondisi ini sudah terlihat saat monitoring Komisi II DPRD ke Samsat di Kabupaten Tapin dan Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS). Pendapatan pajak kendaraan bermotor di Kabupaten HSS turun hingga 50 persen, sedangkan di Kabupaten Tapin hanya turun satu persen.