2 Tentara AS Dicurigai Ingin Gulingkan Presiden Venezuela Nicolas Maduro

Ahmad Islamy Jamil
Ilustrasi. (Foto AFP).

Saab mengatakan, Guaido telah menandatangani kontrak dengan mantan prajurit pasukan khusus AS Jordan Goudreau, yang dihubungkan dalam beberapa laporan pers pekan lalu dengan upaya untuk menjatuhkan Maduro.

Goudreau adalah pria kelahiran Kanada, seorang veteran Irak dan Afghanistan. Dia dituduh melatih pasukan tentara bayaran untuk menyerang Venezuela—yang dibubarkan setelah Pemerintah Kolombia menyita pengiriman senjata untuk kelompok itu.

Saab juga membagikan di media sosial sebuah video Goudreau, yang sekarang menjalankan perusahaan keamanan swasta bernama Silvercorp USA, di mana mantan prajurit itu mengklaim operasi terhadap rezim Maduro sedang berlangsung.

Tim media Guaido merilis pernyataan pada Senin (4/5/2020) yang menyangkal tuduhan penguasa Venezuela itu. Dia menegaskan, pihaknya tidak memiliki perjanjian dengan perusahaan keamanan swasta mana pun.

Editor : Faieq Hidayat
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Desak Bebaskan Aktivis, Aliansi Perempuan Indonesia: Demo Jangan Disamakan dengan Makar

57 tahun lalu

3 Partai Politik Indonesia Dibubarkan karena Terlibat Makar, Ada yang Punya Kisah Kelam

57 tahun lalu

TNI Polri Tangkap 19 Anggota KNPB di Tambrauw, 3 Orang Ditetapkan Tersangka

57 tahun lalu

Kasus Konvoi dan Percobaan Makar, 2 Pimpinan Khilafatul Muslimin Jateng Divonis Berbeda

57 tahun lalu

Antisipasi Gangguan Jelang 1 Desember, Polda Papua Barat Ajak Warga Jaga Keamanan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal