PONTIANAK, iNews.id - Nasib tragis dialami 10 remaja asal Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. Tergiur gaji besar yang ditawarkan melalui media sosial, mereka malah dipekerjakan di rumah judiMalaysia.
Sepuluh remaja tersebut datang ke Malaysia pada Maret 2020. Mereka terdiri atas lima pria dan lima perempuan yang berusia di bawah 25 tahun. Selain dipekerjakan di rumah judi, mereka juga menerima perlakuan kasar dari majikan.
"Para remaja itu tidak tahan bekerja karena perlakuan majikannya yang kasar dan ringan tangan," kata Kepala KJRI Kuching, Yonny Tri Prayitno dihubungi, Rabu (18/11/2020).
Tak hanya itu, majikan tersebut juga bermuat semena-mena. Yakni membebankan kerugian yang dialami saat transaksi judi kepada para remaja tersebut. Gaji para remaja tersebut dipotong bahkan tidak diberikan sama sekali.
"Bila kalah dalam transaksi judinya dianggap para WNI tersebut membuat kesalahan dan kerugian," tuturnya.