Sebelumnya, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPW BI) Kalbar mencatat inflasi di Kalbar pada Desember 2020 sebesar 0,41 persen. Komoditas cabai memiliki andil terbesar ketiga setelah angkutan udara dan telur yakni sebesar 0,058 persen.
Kepala KPw BI Kalbar, Agus Chusaini menyebutkan resiko inflasi masih datang dari kondisi pandemi Covid-19 yang memengaruhi berbagai aspek kehidupan termasuk soal ekonomi dan pangan di tengah masyarakat.
"Selain faktor Covid, resiko bencana di sentra produksi bahan makanan dan anomali cuaca menjadi tantangan. Tentu resiko tersebut terus kita pantau dan antisipasi sehingga inflasi terkendali dengan melibatkan para pihak terkait," ujarnya.