“Tinggal ke depan kita menyusun strategi. Sekiranya dibutuhkan kekuatan yang lebih besar, saya berjanji akan menurunkan kekuatan lebih besar untuk memberantas orang-orang seperti itu,” katanya.
Dia kembali menegaskan, anggota yang ditugaskan ke lapangan sudah bertindak profesional. Warga tidak bisa berdalih polisi melakukan tindakan yang tidak profesional sehingga mereka memberikan perlawanan.
“Justru pertanyaan itu dikembalikan lagi, ngapain Anda melindungi orang-orang seperti ini. Ada apa? Jadi sekali lagi, sebaiknya, saya mengimbau agar orang-orang yang tidak ada sangkut pautnya dengan pengedar, lebih baik minggir daripada Anda nanti jadi sasaran berikutnya,” katanya.
Diketahui, sebuah video amatir memperlihatkan aksi puluhan warga saat menghentikan sepeda motor yang dikendarai oleh anggota polisi di wilayah Beting, Kecamatan Pontianak Timur, Kalbar, pada Selasa malam (25/8/2020). Sejumlah warga berteriak-teriak dalam video berdurasi 18 detik yang akhirnya viral di media sosial.
Akibat adanya perlawanan dari warga setempat, polisi hanya bisa menggeledah salah satu rumah yang diketahui didiami pengedar narkoba kelas kakap di kawasan Kampung Beting.
Dari hasil penggeledahan, polisi mengamankan timbangan elektrik, tiga unit handphone, tiga buah sendok, sabu, dan uang tunai Rp3 juta di dalam rumah pengedar yang diketahui bernama Toing. Saat ini, polisi masih terus memburu pengedar tersebut.