Polda Kalbar Tegas! 2 WNA China Serang TNI di Ketapang Ditahan, Terancam 10 Tahun Penjara

Donald Karouw
Polda Kalbar menangani kasus WN China serang TNI di Ketapang dan memastikan proses hukum berjalan sesuai aturan.

PONTIANAK, iNews.id – Polda Kalimantan Barat menunjukkan sikap tegas dalam menangani kasus warga negara asing (WNA) yang China menyerang TNI di Ketapang. Dua WNA China yang terlibat dalam penyerangan terhadap anggota TNI dipastikan masih menjalani proses hukum dan kini ditahan di Rutan Polda Kalbar.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kalbar Kombes Raswin Bachtiar Sirait menegaskan, penyidikan kasus WNA China serang TNI di Ketapang masih berjalan dan dilakukan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Polisi juga telah menyampaikan pemberitahuan resmi kepada Kedutaan Besar China.

"Masih berproses atau berjalan penyidikannya. Pemberitahuan ke kedutaan juga sudah," ujar Raswin kepada wartawan, Rabu (14/1/2026).

Dalam penanganan kasus WNA China serang TNI di Ketapang, penyidik Ditreskrimum Polda Kalbar telah menetapkan dua tersangka berinisial WL dan WS. Keduanya dijerat Undang-Undang Darurat setelah kedapatan membawa senjata tajam saat terjadi keributan di kawasan pertambangan emas PT Sultan Rafli Mandiri (SRM) pada Desember 2025.

Insiden tersebut berujung pada aksi penyerangan yang menyebabkan satu petugas pengamanan sipil dan lima anggota Batalyon Zeni Tempur 6/Satya Digdaya (Yonzipur 6/SD) mengalami luka.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Belasan WNA China Penyerang TNI Ditangkap, Petugas Temukan Sajam hingga Airsoft Gun

57 tahun lalu

Belasan WNA China Penyerang TNI di Ketapang Ditangkap

57 tahun lalu

Wanita WNA China Mengamuk Usai Tabrak Pemotor hingga Tewas di Semarang

57 tahun lalu

Wanita WNA China Mabuk Tabrak 2 Pemotor di Semarang, 1 Orang Tewas 

57 tahun lalu

OPM Kembali Berulah, TNI Evakuasi Puluhan Pendulang Emas dari Awimbon ke Boven Digoel

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal