Kelola Perbatasan di Aruk, Gubernur Sutarmidji Minta Diberi Kebebasan

Sindonews.com
Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji (Antara)

PONTIANAK, iNews.id - Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji meminta diberi kebebasan dalam mengelola wilayah perbatasan. Menurut Sutarmidji, potensi ekonomi di wilayah perbatasan belum digarap maksimal.

Hal itu disampaikan Sutarmidji usai Rakor Pembahasan Rancangan Inpres Percepatan Pembangunan Ekonomi Kawasan Perbatasan Negara (Aruk, Motaain dan Skouw) di Pontianak, Jumat (10/7/2020).

Salah satu yang disorot yakni Pintu Lintas Batas Negara (PLBN) di wilayah Aruk, Kabupaten Sambas. Sutarmidji menyebut belum ada peningkatan ekonomi yang dirasakan bagi pemerintahan daerah setempat.

Menurutnya, PLBN Aruk sudah cukup lama diresmikan oleh Presiden, namun tidak ada peningkatan ekonomi di perbatasan.

"Karena kita (Indonesia) sudah beranggapan perdagangan Internasional, sedangkan negara Malaysia beranggapan perdagangan tradisional. Jadi barang dagangan itu dilangsir di zona netral aja dan pemerintah daerah sudah kita paksa untuk manfaatkan itu," kata Sutarmidji.

Editor : Reza Yunanto
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Gempa Hari Ini Guncang Kayong Utara Kalbar, Cek Magnitudonya!

57 tahun lalu

Jalan Simpang KKA Kembali Tersambung, Akses Aceh Utara-Bener Meriah Kembali Normal

57 tahun lalu

Alasan KPK Masih Bungkam soal Barang Bukti yang Disita dari Rumah Gubernur Kalbar

57 tahun lalu

Cari Petunjuk Kasus Korupsi Proyek Jalan, KPK Geledah Rumah Dinas Gubernur Kalbar

57 tahun lalu

Cara WNA China Keruk 774 Kg Emas dari Tambang di Kalbar dalam 4 Bulan, Bikin RI Rugi Rp1 Triliun

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal