Ilmuwan Ingin Simpan Sperma Manusia di Bulan agar Tidak Ada Kepunahan setelah Kiamat

Riezky Maulana
Ilustrasi bulan yang menjadi satelit bumi. (Foto: Istimewa).

"Mari kita buat lebih baik, mari kita kembangkan lebih jauh," Ucap Alvaro Diaz-Flores, peneliti pascasarjana Universitas Arizona yang terlibat dalam proyek tersebut.

Para peneliti mengatakan proyek ini bergantung pada kemajuan teknologi cryorobotics. Ini karena untuk mendapatkan cryopreservasi, benih harus didinginkan hingga -144 derajat Celcius, sedangkan sel punca (induk) harus disimpan pada suhu minus -160 derajat Celcius.

Ilmuwan juga masih belum memahami bagaimana kurangnya gravitasi dapat mempengaruhi benih yang diawetkan, atau bagaimana berkomunikasi dengan dasar Bumi. Tidak dijelaskan pula apakah benih, telur atau spora itu kelak akan menetas seandainya kiamat terjadi.

Yang pasti, gagasan ini mengemuka hanya beberapa hari setelah China dan Rusia mengumumkan rencana untuk membangun stasiun luar angkasa bulan.

Editor : Andi Mohammad Ikhbal
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Viral Pria di Sampang Teriak Kiamat Pakai Pengeras Suara Masjid Diamuk Massa

57 tahun lalu

Wow! 7 Ilmuwan Undip Masuk Daftar 2 Persen Paling Berpengaruh di Dunia Versi Stanford-Elsevier

57 tahun lalu

Ilmuwan Asal Arab Saudi Tewas Tenggelam saat Rafting di Telaga Waja Bali

57 tahun lalu

Pria Mengaku Nabi Bikin Resah Donggala, Langsung Diusir Warga

57 tahun lalu

Menguak Tanda-tanda Kiamat dari Gunung Padang, Ternyata Akan Muncul Peradaban Baru 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal