"Prinsipnya kalau positif kita minta guru atau muridnya diisolasi dulu. Tidak boleh beraktivitas di sekolah selama masa isolasi," katanya.
Dia menambahkan, selain tes swab untuk guru dan tenaga penunjang sekolah, tes untuk mendeteksi penularan Covid-19 juga akan dilakukan kepada siswa.
Dinas kesehatan akan menggunakan metode rapid test Antigen terhadap siswa. Menurutnya, rapid test ini tidak menggunakan sampel darah seperti rapid test pada umumnya, tetapi dengan memgambil sampel lendir atau swab di tenggorokan.
"Siswa yang akan kita periksa pertama adalah siswa kelas XII dan siswa kelas IX," ujarnya.
Menurutnya, pelaksanaan tes ini dilakukan agar ada jaminan kegiatan tatap muka pada proses belajar mengajar di sekolah tidak menyebarkan Covid-19. Siswa dan guru benar-benar tidak sedang membawa virus Covid-19.
"Jadi sekolah dapat dengan aman menjalankan aktivitas belajar mengajarnya," katanya.
Kalbar sudah nol kasus positif terhitung per Rabu (22/7/2020). Dari 359 kasus positif, sebanyak 355 dinyatakan sudah sembuh dan empat orang meninggal dunia.