Alkisah ketika dirinya bersama rombongan menyusuri Sungai Kapuas ada hantu kuntilanak yang selalu mengganggu.
Untuk mengusir gangguan itu, dia melepaskan tembakan meriam sebanyak tiga kali. Suara menggelegar meriam itu dikisahkan membuat hantu kuntilanak ketakutan dan menjauhinya.
Lokasi tempat meriam itu jatuh berada di persimpangan Sungai Kapuas dan Sungai Landak yang kini dikenal dengan nama Bering. Di lokasi itulah Syarif Abdurrahman Alkadrie kemudian mendirikan Kota Pontianak.
Pada 1192 Hijriah bertepatan dengan 1771, Syarif Abdurrahman Alkadrie dinobatkan sebagai Sultan Pontianak I. Pusat pemerintahan Kesultanan Pontianak ditandai berdirinya Istana Kadariah dan Masjid Raya Sultan Abdurrahman Alkadrie.
Versi lain tentang hantu kuntilanak itu menceritakan bahwa sebenarnya suara-suara yang dianggap gangguan makhluk halus itu berasal dari para perompak yang bersembunyi di hutan.