Sementara Kepala Bidang Kepabeanan Bea dan Cukai Kalimantan Bagian Barat, Agung Saptono mengatakan masih berkoordinasi dengan peneliti laboratorium terkait kasus ini.
Menurutnya penanganan kasus ini terkait kerugian negara. Perlu dilakukan pemeriksaan untuk mengetahui selisihnya.
"karena memang untuk pajak ekspor CPO itu lebih besar," katanya.