Dia mengatakan, bahwa sekolah-sekolah yang dipilih untuk uji coba belajar tatap muka itu, berdasarkan penilaian dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dengan melihat kesiapan dalam penerapan protokol kesehatan dari sekolah tersebut.
"Kami sudah mendatangi sekolah-sekolah tersebut dan semuanya sudah siap menerapkan protokol kesehatannya. Dan kami juga sudah koordinasi dengan kepala sekolah, untuk menjadikan sekolah-sekolah ini sebagai percontohan untuk sekolah yang lain," katanya.
Selain itu, dia juga membahas mengenai persetujuan orang tua siswa terhadap rencana pembelajaran tatap muka tersebut.
"Mengenai persetujuan orang tua, tentunya ada beberapa yang tidak setuju dengan pembelajaran tatap muka ini. Maka sekolah daring akan tetap kami adakan untuk siswa yang tidak dizinkan orang tuanya untuk sekolah tatap muka itu," ujarnya.