SURABAYA, iNews.id – Keinginan DPP Partai Gerindra untuk mengusung Zannuba Ariffah Chafsoh (Yenny Wahid) di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur (Jatim) mendapat apresiasi dari banyak pihak. Selain layak untuk dicalonkan, keputusan tersebut bisa menyelamatkan citra Gerindra di Pilgub Jatim. Namun, Yenny dinilai belum tentu mau menerima tawaran itu.
Pengamat politik Mochtar W Oetomo mengatakan, sebagai partai pemenang ketiga di Jatim, Gerindra memang selayaknya punya jagoan sendiri di Pilgub Jatim. Dengan demikian, partai besutan Prabowo Subianto ini punya peran, bukan sekadar menjadi pengikut, atau bahkan penonton saja.
Karena itu, menurut Mochtar, membentuk poros baru merupakan langkah cukup taktis. Selain menyelamatkan marwah partai, poros baru ini juga bisa memberi efek domino bagi Gerindra di Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) 2019 nanti. “Apa yang dilakukan Gerindra hari ini adalah dalam rangka untuk itu,” kata Mochtar di Surabaya, Rabu (3/1/2017).
Mochtar menilai, Gerindra memilih sosok Yenny karena beberapa nama yang lebih dulu dimunculkan tidak mendapat respons positif. Nama Moreno Soeprapto dan Anang Hermansyah misalnya, tidak cukup bisa memantik reaksi publik. PAN dan PKS sebagai mitra koalisi pun terlihat tidak begitu tertarik untuk melanjutkan misi itu.
“Gerindra sudah beberapa kali mencoba testing the water dengan memunculkan nama Moreno-Suyoto dan ternyata tidak mendapatkan respons memadai. Karena itu, mereka coba menggali potensi yang ada pada sosok lain (Yenny Wahid),” ujarnya.