Bagi Mochtar, pilihan terhadap Yenny tidak mengejutkan. Nama Yenny Wahid masuk dalam 10 besar sosok yang diinginkan publik muncul dari poros tengah. “Jadi secara personal memang Yenny Wahid memiliki potensi elektoral yang menjanjikan. Bukan semata karena darah Gus Dur, tetapi lebih karena dia memiliki kapasitas. Jaringan luar dan basis massanya juga relatif jelas,” paparnya.
Namun, Mochtar pesimistis Yenny akan menerima tawaran tersebut. Pasalnya, paman Yenny sendiri, KH Salahuddin Wahid (Gus Solah) justru mendukung Khofifah Indar Parawansa di Pilgub Jatim saat ini. “Dalam politik segala hal memang bisa terjadi. Tetapi, rasanya cukup sulit bagi Yenny untuk menerima tawaran itu,” ungkap Mochtar.
Sementara itu, baik Gerindra maupun PAN belum juga memastikan rencana mengusung Yenny Wahid di Pilgub Jatim. Sebab, pembicaraan masih belum final. “Kemarin (Selasa, 2 Januari) memang rencananya ada pertemuan, tetapi gagal. Baru malam nanti diagendakan lagi,” ungkap Wakil Ketua DPD Gerindra Jatim Hendro Tri Subiantoro.
Hendro juga belum berani memastikan apakah nama Yenny Wahid tetap menjadi pilihan utama untuk dicalonkan, atau ada juga nama lain.
Hal sama juga disampaikan Bendahara DPW PAN Jatim Agus Maimun. Kendati demikian, pihaknya sangat antusias bila memang Yenny menerima tawaran itu. “Kalau memang Mbak Yenny mau, tentu kami akan senang, tetapi ini masih belum,” pungkasnya.