Atas sulitnya pembiayaan itu, Pemkot Surabaya sejatinya telah membuka opsi untuk melakukan pendanaan dengan sistem tender melibatkan swasta. Namun, lagi-lagi ada kendala terkait kelembagaan yang bisa melakukan upaya tender.
"Aku sudah lakukan banyak upaya. Sudah sejak sepuluh tahun yang lalu, tapi ternyata nggak bisa terealisasi untuk yang trem," ucapnya.
Diketahui, proyek angkutan massal ini digagas karena dianggap bisa menjadi solusi kemacetan di Surabaya. Itu sebabnya, saat sejumlah anggota DPRD Kota Surabaya menolak, Risma bergeming dan terus memperjuangkan ambisinya tersebut.
Sebagai pendukung, Pemkot Surabaya bahkan telah menentukan rute trem, dari utara ke selatan, lengkap dengan penanda gambar di jalan raya. Mulai dari Joyoboyo sampai Tunjungan.