Sementara berdasarkan keterangan Kapolres Malang Kota, AKBP Doni Alexander, pemukulan para siswa bermula saat Agus memerintakan asisten sorot (Asrot) Budi, menuliskan kata “Goblok” di layar slide. Namun, yang tertulis “Goblog” dengan huruf akhir “G” bukan “K”.
Atas kesalahan itu, sponton beberapa siswa tertawa. Respon siswa ini rupanya membuat motivator tersinggung.
Agus lantas bertanya, siapa saja yang tertawa, namun tak seorang pun siswa mengaku. Karena tak ada yang mengaku, pelaku lantas memanggil siswa di barisan depan untuk maju.
“Di situlah pelaku memukul para siswa dan juga dimaki goblok, lantas diminta kembali duduk,” katanya.
Doni mengatakan, kejadian ini telah dilaporkan para siswa dan orang tua. Pihaknya juga sudah meminta ketarangan saksi, termasuk hasil visum atas dugaan penganiayaan tersebut.
“Pukul 18.30 WIB tadi laporan kami terima dan tengah kami dalami,” katanya.