Pihak SMK Siang 1 Bojonegoro sebelumnya membenarkan video aksi kekerasan yang viral di media sosial, terjadi di toilet SMK Siang 1, pada Jumat (2/11/2018). Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka parah di bagian kepala. Bahkan, pelipis mata bagian kanan harus mendapat delapan jahitan.
“Saya yang bawa dia (D) ke puskesmas. Saya yang dampingi dia waktu kepalanya dijahit. Setelah itu, kita kembali ke sekolah dan saya minta dia izin pulang ke rumah lebih awal,” kata guru SMK Siang 1 Bojonegoro, Yeti.
Insiden pemukulan diduga berawal dari aksi saling ejek sesama siswa di sekolah. D, pelajar kelas 11, akhirnya dipukuli kakak kelasnya dari kelas 12. D akirnya dihajar di toilet sekolah. “Katanya awalnya bercanda sama teman-temannya,” ujar Yeti.
Insiden kekerasan terhadap pelajar di Bojonegoro juga menjadi sorotan Pusat Perlindungan Perempuan dan Anak (P3A). Kepala Divisi Advokasi P3A Bojonegoro Titin mengatakan, siap mendampingi korban untuk penanganan kasus tersebut.