Kasat Reskrim Polres Bangkalan, AKP Bangkit Dananjaya mengatakan, aksi pengeroyokan terjadi karena salah paham berlatar belakang masalah asmara.
“Korban ini membawa perempuan berinisial SY berstatus istri orang yang sudah memiliki dua orang anak. Sementara korban sendiri merupakan pemuda bujangan,” katanya, Senin (17/7/2023).
Dia menuturkan, SA dan SY tepergok keluarga suami perempuan tersebut saat asyik berboncengan naik motor hingga terjadilah insiden pengeroyokan tersebut.
“Kasusnya berkaitan asmara. Tapi, kasus ini disepakati akan diselesaikan secara kekeluargaan,” katanya.